Ruhendi.Com

“…Sepenggal Kisah Perjalanan Hidup & Kehidupan Seorang Manusia Biasa Bernama Heru”

Sistem Monev RHL Berbasis Spasial di BPDAS Citarum-Ciliwung

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Komponen utama Daerah Aliran Sungai (DAS) meliputi vegetasi, lahan, sungai dengan air berperan sebagai pengikat keterkaitan dan ketergantungan antar komponen utama DAS atau Sub DAS. Air selalu bergerak dalam satu siklus hidrologi, meliputi curah hujan, peresapan serta penguapan dan pengalirannya dalam wilayah DAS/Sub DAS. Fluktuasi debit air sebagai indicator kunci stabilitas DAS, dipengaruhi oleh kondisi vegetasi, lahan dan sungai serta sedimentasi sebagai indicator kunci kualitas system DAS. Oleh karena itu hutan dan lahan sebagai kawasan penangkap air atau catchment area yang berfungsi menjaga tata air pada suatu DAS, harus dijaga kelestariannya.

Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan merupakan bagian dari sektor Kehutanan dalam upaya menjaga produktivitas dan kelestarian sumber daya alam. Kelestarian hutan sangat tergantung dari pengelola yang memegang kendali dan tujuan pengelolaan kehutanan. Sebagai sumberdaya yang dapat diperbaharui, hutan bukanlah jenis sumberdaya alam yang habis sekali pakai. Sifat terbaharui yang terkandung didalamnya memungkinkan bagi sumber daya hutan untuk dilaksanakan pembangunan kembali pasca eksploitasi guna mengembalikan pada kondisi seperti semula. Dengan sifat ini maka sumberdaya hutan sebagai salah satu potensi pembangunan dapat selalu di reforestasi sehingga kelestarian baik aspek fungsi produksi, fungsi ekologi dan fungsi sosialnya dapat selalu dijamin.

Laju deforestasi masih belum seimbang dengan laju rehabilitasi oleh karenanya masih sangat diperlukan upaya rehabilitasi agar sumber daya hutan dan lahan yang ada dapat dipertahankan sekaligus pada gilirannya nanti dapat dilestarikan, baik sebagai komoditi ekonomi maupun sebagai suatu ekosistem. Agar pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan suatu perencanaan yang baik. Measurable (dapat diukur), Reportable (dapat dilaporkan) and Verifiable (dapat diverifikasi) atau MRV saat ini menjadi tuntutan bagi kegiatan di bidang kehutanan dalam kaitannya dengan perubahan iklim. Namun demikian sebaiknya prinsip MRV diterapkan pada semua kegiatan dalam pengelolaan DAS tidak terbatas pada aspek penanaman pohon saja. Untuk memenuhi MRV maka Negara para pihak menyediakan parameter untuk mitigasi tetapi tetap sesuai prinsip “common but differentiated responsibilities” (kewajiban sama tapi tanggung jawab berbeda). Oleh karena itu MRV mengacu pada :

  1. Komitmen atau tindakan yang sesuai untuk Negara berkembang.
  2. Ketersediaan tekhnologi, pendanaan, dan peningkatan kapasitas yang ada untuk mendukung aksi mitigasi nasional dalam kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dari kegiatan Monev RHL Berbasis Spasial (MRV RHL) adalah Terdokumentasikannya data-data kegiatan di lapangan seperti :

  • Data Tabular (Luas area, Jumlah Pohon, tumbuh, sehat & Jumlah Tenaga Kerja)
  • Data Spasial Lokasi Kegiatan RHL
  • Data penunjang fakta lapangan (Foto/ Video)

Sedangkan tujuannya adalah agar Kegiatan RHL di tiap-tiap lokasi dapat termonitor.

C. Ruang Lingkup dan Sasaran

Aplikasi MONEV ini adalah suatu sistem aplikasi berbasiskan basis data spasial yang di pergunakan untuk memonitoring dan mengevaluasi kegiatan OUTPUT RHL yaitu ; (1) Kegiatan penanaman, (2) Pemeliharaan Tahun ke-1, (3) Pemeliharaan Tahun ke-2 dan (4) Tanaman jadi pada setiap lokasi kegiatan RHL.

II. GAMBARAN UMUM

Monev RHL Berbasis Spasial (MRV RHL) merupakan kegiatan pendataan, pemetaan dan dokumentasi terhadap kegiatan RHL. Data-data RHL tersebut selanjutnya dimasukan kedalam Sistem Aplikasi Monev RHL Berbasis Data Spasial. Data yang diinput meliputi peta lokasi kegiatan, data keterangan lokasi (UTPRHL, Kabupaten, Kecamatan Desa dst), data indikator (jumlah pohon, jumlah tumbuh, jumlah sehat, tenaga kerja) serta dokumentasi (Foto, video).

Perolehan data Monev RHL Berbasis Spasial (MRV RHL) yaitu dari hasil Evaluasi Penilaian Tanaman yang sudah dilakukan dan data-data sekunder lainnya. Data-data yang diperlukan antara lain peta lokasi, keterangan lokasi, keberhasilan tanaman, titik koordinat, foto lokasi penanaman, kondisi tanaman, data kelembagaan dan tenaga kerja serta data –data lainnya yang dianggap perlu.

kerangka_fikir_mrv

Sekilas gambaran tentang MRV RHL BPDAS Citarum-Ciliwung :

1. Tampilan Pembuka

Tampilan awal sistem aplikasi yang menyajikan judul dan informasi secara umum dari sistem aplikas yang dikembangkan

tamp_buka_mrv

2. Tampilan Halaman Login

Menu ini berfungsi untuk memproteksi aplikasi, sehingga aplikasi ini hanya dapat digunakan oleh pengguna yang berkepentingan saja.

Pada aplikasi ini dibuat 2 hak akses yaitu User sebagai pengguna akhir yang dapat memanfaatkan informasi dari sistem aplikasi dan Admin sebagai pengelola data baik input, delete dan update data pada sistem aplikasi.

Aplikasi ini dibatasi penggunaannya pada tiap BPDAS untuk menu input data, dengan tujuan penginputan data sesuai dengan fakta di lokasi kegiatan RHL masing-masing dan bertanggung jawab penuh atas keabsahan data yang di input, sedangkan untuk menu informasi secara menyeluruh (nasional) bisa di lihat oleh tiap BPDAS.

tamp_login_mrv

3. Tampilan Menu Utama

Menu utama terbagi menjadi :

  • Informasi (Hasil input data baik secara tabular, spasial maupun dokumentasi foto dan video lapangan)
  • Input Data (input data lapangan untuk setiap lokasi RHL)
  • Bantuan (Menu bantuan untuk penggunaan sistem aplikasi)

tamp_men_utama_mrv

4. Tampilan Menu Data Dasar

tamp_men_dtdsr_mrv

5. Tampilan Menu Informasi

tamp_men_info_mrv

6. Tampilan Menu Infut

tamp_men_inft_mrv

7.  Tampilan Menu Laporan

tamp_men_lap_mrv

8. Tampilan Menu Utility

tamp_men_utlty_mrv

9. Tampilan Menu Informasi Lokasi

tamp_men_lokasi_mrv

III. PENUTUP

Kegiatan Sistem Monev RHL Berbasis Spasial (MRV RHL) BPDAS Citarum-Ciliwung yang diharapkan bisa menjadi salah satu media dalam rangka penyajian/ updating data dan informasi kegiatan RHL serta menjadikan semakin tertatanya sistem dan infrastruktur pendukung manajemen penyajian data dan informasi kegiatan RHL di BPDAS Citarum-Ciliwung.

Sehingga tujuan utama dari sistem ini bisa tercapai, yaitu pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan dapat berjalan dengan baik, perencanaan yang baik, Measurable (dapat diukur), Reportable (dapat dilaporkan) and Verifiable (dapat diverifikasi) atau MRV.

Filed under: Activities, Watershed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: