Ruhendi.Com

“…Sepenggal Kisah Perjalanan Hidup & Kehidupan Seorang Manusia Biasa Bernama Heru”

Pengembangan Sistem Elektronik DAS dalam rangka Mendukung Kebijakan Pengelolaan DAS Terpadu

ABSTRAK

Pengelolaan Derah Aliran Sungai (DAS) secara terpadu merupakan suatu proses penyusunan dan penerapan suatu tindakan yang melibatkan sumberdaya alam dan manusia di dalam DAS dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosial, ekonomi, politik, lingkungan dan kelembagaan dalam DAS untuk mencapai dan seluas mungkin mengembangkan lingkup dari tujuan masyarakat jangka pendek dan panjang. Diperlukan suatu sistem informasi yang memuat informasi-informasi karakteristik DAS yang dapat mengumpulkan dan menampilkan informasi karakteristik DAS dan kegiatan dalam kerangka pengelolaan DAS, sebagai alat monitoring program dan perencanaan program secara cepat dan umum (tidak detil) sehingga dapat mempermudah para pengambil keputusan dalam perencanaan pengelolaan DAS yang terpadu.

Kata Kunci : Pengelolaan DAS, Karakteristik, Sistem Elektronik, Teknologi, Informasi.

PENDAHULUAN

Pengelolaan Derah Aliran Sungai (DAS) secara terpadu merupakan suatu proses penyusunan dan penerapan suatu tindakan yang melibatkan sumberdaya alam dan manusia di dalam DAS dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosial, ekonomi, politik, lingkungan dan kelembagaan dalam DAS untuk mencapai dan seluas mungkin mengembangkan lingkup dari tujuan masyarakat jangka pendek dan panjang.

Mengacu kepada pengertian DAS, maka di dalam suatu DAS terdapat berbagai komponen sumberdaya baik sumberdaya alam yaitu udara, air, tanah dan batuan penyusunnya, vegetasi, satwa, sumberdaya manusia beserta pranata institusi formal dan informal masyarakat, maupun sumberdaya buatan yang satu sama lain saling berinteraksi. Komponen-komponen sumberdaya tersebut adalah khas untuk suatu DAS sehingga manjadi karakteristik dari DAS tersebut. Komponen DAS harus diatur secara serasi dalam suatu sistem pengelolaan yang terpadu, sehingga diperlukan data, informasi dan alat pengambil keputusan yang cepat, tepat dan benar.

Untuk mewujudkan hal tersebut maka sangatlah diperlukan suatu sistem informasi yang handal, yang memuat informasi-informasi karakteristik DAS yang dapat mengumpulkan dan menampilkan informasi karakteristik DAS dan kegiatan dalam kerangka pengelolaan DAS, sebagai alat monitoring program dan perencanaan program secara cepat dan umum (tidak detil) sehingga dapat mempermudah para pengambil keputusan dalam perencanaan pengelolaan DAS yang terpadu.

PERANAN DAN FUNGSI

Sistem Informasi Basis Data DAS ini harus mampu menampilkan informasi karakteristik DAS hasil pengolahan GIS/ SIMDAS, Merupakan sebuah sistem informasi yang lebih flexible dengan informasi yang mudah di-update dan tanpa tergantung dengan aplikasi lain. Sistem informasi ini (e-DAS) memiliki fungsi :

  • Sistem mengumpulkan dan menampilkan informasi karakteristik DAS yang dikelola oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai;
  • Sistem menampilkan data spasial hasil pengolahan GIS/ SIMDAS, sehingga updatable;
  • Sistem informasi yang stand alone, tidak tergantung dan dijalankan software lain;
  • Sebagai alat monitoring program; dan
  • Sebagai alat perencanaan program secara cepat dan umum (tidak detil)

 

PENYAJIAN DATA DAN INFORMASI

Sistem harus mampu menyajikan data dan informasi baik berupa data numerik, grafik maupun data spasial yang akan digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Keberhasilan suatu sistem akan bisa dinilai dari efektif dan efisiennya pengambilan keputusan dan tepatnya implementasi pelaksanaan kebijakan sebagai aplikasi dari keputusan yang telah diambil oleh para pengambil kebijakan.

GAMBARAN UMUM

1. Tampilan Pembuka

pembuka

2. Tampilan Peta Indonesia

indon_jpg

3. Tampilan Wilayah Kerja BPDAS

wilker

4. Gambaran Umum Data e-DAS

gbr_umum_data

5. Peta Tematik

tematik

6. Penyimpanan Data dan Informasi

manaj_file

 

PENUTUP

Sistem Elektronik Pengelolaan DAS diharapkan bisa menjadi salah satu media dalam rangka penyajian/ updating data dan informasi serta menjadikan semakin tertatanya sistem dan infrastruktur pendukung manajemen penyajian data dan informasi dalam rangka pengelolaan DAS terpadu, sebagai dasar dalam pengambilan keputusan dan acuan dalam implementasi pelaksanaan di lapangan.

DAFTAR PUSTAKA

Asdak, Chay.  1995.  Hidrologi dan Pengelolaan DAS.  Gajahmada University Press.  Jogjakarta
Presiden RI, 1999. Undang-Undang Otonomi Daerah 1999. Sinar Grafika Jakarta.
Kartodihardjo H., 1999. Analisis Kelembagaan Pengelolaan DAS. IPB Bogor.
Kelompok Pengkaji Pengelolaan Sumberdaya Berkelanjutan (K3SB), 2000. Kajian Insitusi Pengelolaan DAS dan Konservasi Tanah. IPB Bogor.
Dirjen RLPS, 2000. Pedoman Penyelenggaraan Pengelolaan DAS. Jakarta.
Paimin, 2000. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Pokok Bahasan). Disampaikan pada Pelatiahn Perencanaan Reboisasi dan Penghijauan. Direktorat Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial. Departemen Kehutanan.
Sutikno, 2001. Terapan Geomorpologi Untuk Evaluasi Pemanfaatan Sumberdaya Lahan. Seminar Nasional Ilmu Tanah. Keluarga Mahasiswa Ilmu Tanah (KMIT) Jurusan Tanah Fakultas Pertanian UGM.
Purwanto E., Warsito E., 2001. Deforestasi dan Perubahan Lingkungan Tata Air di Indonesia; Resiko, Implikasi dan Mitos. Bigraf Publishing. Yogyakarta.
Dirjen RLPS, 2002. Kelembagaan DAS dan Revitalisasi Kelembagaan Kehutanan (Permasalahan Insitusi). Jakarta.
Dirjen RLPS, 2009. Pedoman Pengembangan Kelembagaan Pengelolaan DAS. Jakarta.
Dirjen RLPS, 2009. Pedoman Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan DAS. Jakarta.

Filed under: Activities, Watershed

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: