Ruhendi.Com

“…Sepenggal Kisah Perjalanan Hidup & Kehidupan Seorang Manusia Biasa Bernama Heru”

Susahnya Test TPA…

Hari sabtu tanggal 06 maret 2010 kemarin benar-benar sangat melelahkan, untuk pertama kalinya saya mengikuti ujian Test Potensi Akademik (TPA). Persiapan saya untuk menghadapi tes itu bisa dibilang jauh dari memadai alias kurang persiapan dan kurang kemampuan kaliiiiiiii, he3.

Pagi-pagi yang saya lakukan hanyalah seperti kebiasaan-kebiasaan sebelumnya yaitu bangun jam 04.00 WIB, bedanya ini setelah selesai sholat shubuh akan langsung berangkat, karena sudah janjian akan berangkat bareng jam 05.30 WIB dari kantor ke tempat test dengan senior saya yang kebetulan memang yang diijinkan ikut test TPA Bappenas dari kantor saya ada 2 orang (saya dengan senior saya).

Ketika diperjalanan, kami saling bertanya sudah siap apa belum, ternyata jawabannya sama ”Boro-boro, masih sangat bingung yang ada dan hanya berharap ada keajaiban… Bisa Lulus, He3”.

Jam 09.00 WIB test dimulai, pertama membuka soal berharap soal mirip-mirip dengan buku-buku TPA yang sempat dibaca dan dibeli. Tapi ternyata, hik hik hik… sungguh diluar dugaan, bukan 1, 2, 3 kali lipat susahnya, tapi mungkin berlipat-lipat, he3. Boro-boro untuk mengisinya, membacanya saja pusiiiiiing dan tidak mampu dimengerti. Mungkin karena saya kurang kemampuan dan kurangnya persiapan.

Saya yakin, soal-soal TPA tidak dirancang untuk dijawab semuanya. Kita ambil contoh soal aritmatika dengan 90 soal, 60 menit. Berarti 1 soal 40 detik. Orang jenius macam apa yang bisa ngerjain setiap soal dalam 40 detik? Baca soalnya aja udah 20 detik sendiri. Hik hik hik, jadi kesimpulannya pas test kemarin banyak sekali yang tidak bisa aku kerjakan dan dikerjakan dengan teknik kuno dengan memanfaatkan teori probability yaitu memanfaatkan 1/5 kemungkinan benar, ambil satu jawaban sama…., he3.

TPA Bappenas itu terbagi tiga bagian sub test, Saya sendiri lupa apa bagian-bagiannya. Intinya bagian satu tentang mencari padanan kata, sinonim, antonim. bagian dua mengenai angka-angka dan bagian ketiga, mengenai gambar-gambar dua dimensi dan tiga dimensi.

Jujur, ketiga bagian sub test itu sungguh menguras otak dan fisik. He3, soalnya untuk memulihkan kembali kondisi, waktu istirahat sehari di rumah sebelum masuk kerja kembali hari senin terasa sangat kurang, pas hari senin badan masih loyo dan kepala masih pusiiing dan masih terasa cenut-cenut.

Terlepas dari hal-hal yang saya sebutkan di atas, satu hal yang selalu ada dalam benak ini. Semoga ada keajaiban, bisa lulus dan mampu memperoleh nilai TPA sesuai ambang batas. Allohua’lam, semoga aja…

Filed under: Activities, Curhat, News, Story, , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Contact Lines


Bagi siapa saja yang merasa ada keperluan kepada admin, bisa menghubungi by :
1. Mail : heru.ruhendi@gmail.com
2. YM : heru.ruhendi
3. FB : heru abuannisa
4. Twitt : @hr_abuannisa

Flickr Photos

More Photos

%d bloggers like this: