Ruhendi.Com

“…Sepenggal Kisah Perjalanan Hidup & Kehidupan Seorang Manusia Biasa Bernama Heru”

Antara Ilmu dan Sikap Sok Tahu

Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang menjunjung tinggi ilmu dan tidak merasa puas dengan apa yang sudah didapatkan serta mencukupkan hanya dengan itu untuk segera berfatwa dan menunjukan keilmuan kita kepada khalayak.

Aku berharap, semoga apa yang kutulis ini bukan termasuk sesuatu yang bisa membuatku riya ataupun sombong, juga aku berharap ini bukan termasuk sikap yang sok tahu dan menggampangkan ilmu. Karena seperti yang kita ketahui, bahwa saat ini betapa seringnya kita melihat dan mendapatkan seseorang yang masih “hijau” dan belum ada apa-apanya nekad melakukan pergumulan di bidang ilmu. Padahal, ia sama sekali belum siap dan belum matang, ditambah juga dengan ketidak jelasannya dalam apa yang ada di pemikiran dan pemahamannya.

Sebuah keterangan menjeskan, ”ilmu itu sebenarnya hanya satu titik yang diperbanyak sendiri oleh orang-orang yang bodoh”

Senada dengan bunyi keterangan di atas, ”seandainya orang-orang yang tidak tahu mau diam, niscaya perselisihan itu sudah berakhir”

Yang dimaksud mereka disini adalah orang-orang yang berlagak sok tahu padahal mereka sebenarnya tidak tahu tapi berlagak tahu, mereka merasa sudah sampai padahal belum sama sekali, dan mereka mengatasnamakan demi kebajikan padahal sebenarnya menuju ke arah keburukan.

”Orang yang tahu seharusnya mengatakan apa yang mereka ketahui saja. Banyak orang berbicara tentang ilmu, padahal seandainya mereka bisa menahan diri dari sebagian apa yang mereka katakan, hal ini justru lebih baik dan insyaalloh lebih membawa keselamatan.

”Jika seseorang berbicara tidak dalam kapasitasnya, maka ia akan mendatangkan hal yang aneh-aneh”

”Tidak ada bencana yang paling membahayakan ilmu dan orang-orang berilmu, daripada orang-orang yang ikut campur dalam masalah ilmu, padahal mereka bukan ahlinya. Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang suka membikin kerusakan, tetapi mengaku membikin kebaikan”

Orang yang sok tahu itu suka mengaku-ngaku, padahal ia sebenarnya jelas lemah dan tidak ada apa-apanya. Coba kita perhatikan apa yang terjadi sekarang ini. Semua orang bersaing untuk menunjukan kapasitas dirinya, bersaing sok tahu dan berlomba-lomba memberikan fatwa atau pendapatnya yang tanpa dasar ilmu yang jelas dan benar. Mereka tidak memiliki bekal persiapan ilmu yang cukup. Mereka berfatwa/ berpendapat hanya menggunakan pemikiran dan pendapatnya sendiri yang tidak jelas asal-usulnya.Bukanlah kemaslahatan yang di dapat, malahan kesulitan yang datang.

Apalagi jika kita perhatikan dengan lebih seksama, pemikiran-pemikiran barat telah merasuki sebagian besar generasi kita, pengaruhnya sudah sangat kentara, maka jika orang-orang yang seperti ini memposisikan dirinya sebagai Mufti/ pemberi fatwa, apa yang akan terjadi?

Cukup sampai disini…

Sebelumnya aku kembali berharap bahwa apa yang kutulis ini bukan sebagai tumpahan rasa iri ataupun dengki, tapi hanyalah sebagai rangkaian kata yang mudah-mudahan memiliki makna dan bisa memberikan pelajaran berarti bagi kita umumnya dan bagi orang-orang yang sering memiliki sikap sok tahu/ tanpa ilmu pada khususnya, mejadi nasihat bagi siapa pun yang tunduk kepada kebenaran dan menjadi bukti semua argumen diantara kita.

Semoga kita termasuk ke dalam orang-orang yang menjunjung tinggi ilmu dan tidak merasa puas dengan apa yang sudah didapatkan serta mencukupkan hanya dengan itu untuk segera berfatwa dan menunjukan keilmuan kita kepada khalayak.

Filed under: Curhat, Story, ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: